Polly po-cket

Setiap kelompok tentu memiliki identitas tertentu untuk membedakan mereka dengan kelompok lainnya. Salah satu identitas tersebut adalah berupa bendera.
setiap negara di dunia akan mempunyai bendera negara masing-masing, baik besar atau kecil negara tersebut. Tidakkah ini akan membuatkan kita terfikir atau tertanya-tanya " adakah Negara Islam pertama di dunia yang telah ditegakkan oleh Rasulullah Sallallahu 'alaihi wa Sallam di Madinah mempunyai bendera? Jika ya, bagaimanakah spesifikasi bendera tersebut dan apakah hukum pengambilannya? Jika di zaman Khilafah dulu,
Ada bendera negara tertentu, ada bendera kelompok sepak bola, ada bendera partai, ada bendera ormas, nah bagaimana dengan bendera Islam, benderanya Rasulullah saw, dan kaum muslimin..?
Bendera Dan Panji-Panji Negara Islam
Sudah berabad lamanya dan sehingga sekarang,mempunyai bendera negara masing-masing, baik besar atau kecil negara tersebut. Tidakkah ini akan membuatkan kita terfikir atau tertanya-tanya " adakah Negara Islam pertama di dunia yang telah ditegakkan oleh Rasulullah Sallallahu 'alaihi wa Sallam di Madinah mempunyai bendera? Jika ya, bagaimanakah spesifikasi bendera tersebut dan apakah hukum pengambilannya? Jika di zaman Khilafah dulu,

anak-anak kaum Muslimin dibesarkan tanpa perlu diajar bahwa bendera umat Islam adalah bendera Rasulullah, karena mereka melihat sendiri bendera tersebut. Namun di zaman ini, anak-anak kita dibesarkan dengan diajar dan dipaksa menerima bahwa bendera kita adalah bendera yang telah ditentukan oleh manusia para pendiri negara, berdasarkan Nation State, yang bisa jadi ada yang dirancang oleh para penjajah negeri-negeri Islam sebelumnya.
Jadi, wajar jika kita atau anak-anak kita tidak mengenal bagaimana bendera Rasulullah Sallallahu 'alaihi wa Sallam.
Negara Islam sudah tentu mempunyai bendera (al- liwa') dan juga panji (ar- rayah) . Inilah apa yang telah ditunjukkan oleh Rasulullah Sallallahu 'alaihi wa Sallam ketika tegaknya Daulah Islamiyyah pertama di Madinah al- Munawwarah. Secara bahasa, bendera dan panji di dalam bahasa Arab disebut 'alam.

Mengikut Kamus al-Muhiit, dari akar kata rawiya, ar- rayah adalah al-'alam, yang jama'nya (plural) disebut sebagai rayaat. Juga disebutkan dari akar kata lawiya bahwa al- liwa' adalah al-'alam, yang jama'nya (plural) disebut sebagai alwiyah. Secara syar'i, syara' telah menjelaskan bahwa perkataan-perkataan di atas mempunyai maksud dan ciri-ciri yang tertentu yaitu:-
"La ilaha illallah, Muhammad Rasulullah" dengan warna hitam. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas yang mengatakan, "Bahwa bendera Nabi Sallallahu 'alaihi wa Sallam berwarna hitam, sedangkan panji beliau warnanya putih."Riwayat Ibnu Abbas yang lain menurut Abi Syeikh dengan lafadz, "Bahwa pada bendera Nabi Sallallahu 'alaihi wa Sallam. tertulis kalimat "La ilaha illallah, Muhammad Rasulullah". Semasa perang (jihad),
1) Bendera (Liwa') adalah berwarna putih dan tertera di atasnya kalimah

bendera ini akan dipegang oleh amir (panglima/ketua) perang. Ia akan dibawa dan menjadi tanda serta diletakkan di lokasi amir tadi. Dalil yang menunjukkan perkara ini adalah perbuatan (af 'al) Nabi Sallallahu 'alaihi wa Sallam sendiri, di mana baginda (sebagai amir), semasa pembukaan kota Makkah telah membawa dan mengibarkan bendera putih bersamanya. Diriwayatkan dari Jabir, "Bahwa Nabi Sallallahu 'alaihi wa Sallam
memasuki Makkah dengan membawa bendera (liwa') berwarna putih." [HR Ibnu Majah]. An-Nasa' juga meriwayatkan Hadis melalui Anas bahwa semasa Rasulullah Sallallahu 'alaihi wa Sallam mengangkat Usama ibn Zaid sebagai amir (panglima) pasukan ke Romawi, baginda menyerahkan bendera (liwa') kepada Usama ibn Zaid dengan mengikatnya sendiri.
2) Panji (Rayah) adalah berwarna hitam, yang tertulis di atasnya kalimah "La ilaha illallah, Muhammad Rasulullah"

dengan warna putih. Hadis riwayat Ibnu Abbas di atas menjelaskan hal ini kepada kita. Ketika jihad, ia dibawa oleh ketua setiap unit (Divisi, Batalion, Detasement ataupun unit lainnya). Dalilnya adalah Rasulullah Sallallahu 'alaihi wa Sallam, semasa menjadi panglima perang di Khaibar, bersabda, "Aku benar-benar akan memberikan panji (rayah) ini kepada orang yang mencintai Allah dan Rasul- Nya, serta dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya,

Halaman selanjutnya